Membuat roda gigi lurus dengan SolidWorks

Juli 7, 2012

Membuat roda gigi lurus dengan SolidWorks

Pada kesempatan ini kita akan mendesain sebuah roda gigi lurus sebagai pembelajaran lanjutan dalam menggunakan aplikasi “Part” pada SolidWorks.

Roda gigi yang akan kita buat

Tahapan proses pendesainan

  • Klik “New”. dan kemudian klik “Part”, dan terakhir klik OK”atau tekan Enter

 

  • Klik “Centerline”dan kemudian pilih “Front Plane”
  • Klik “Centerline”dan buat dua buah sumbu gambar seperti gambar dibawah ini
  • Klik “Circle”untuk membuat sketsa lingkaran.
  • Klik “Smart Dimension”untuk mengatur dimensi diameter gambar dan masukan nilai ukuran diameter pada 120 mm

Memulai pemodelan dalam 3D

  • Klik “Features”
  • Klik “Extruded Boss/Base”dan seting dimensi “D1” dengan ketebalan 20 mm

 

  • kemudian klik  atau tekan Enter. 
Output yang dihasilkan

Membuat profile gigi

  •  Klik “Front face” atau permukaan part/model
“Front face” adalah bagian yang berwarna hijau

Untuk memudahkan kita dalam membuat sketsa maka model kita tampilkan dalam tampak depan seperti dengan cara:

  • Klik “Standard Views” dan, kemudian Klik “Normal To”
Tampilan Layout
  •  Klik “Sketch” dan, kemudian Klik “Centerline” untuk membuat garis bantu dalam membuat profile gigi
Tampilan Layout
  • Klik “Line”untuk membuat profile gigi dengan ukuran seperti pada gambar dibawah ini, untuk pemodelan ukuran yang sebenarnya pengsketsaan profile gigi mengacu pada hasil kalkulasi perhitungan, akan dibahas pada pembasan lain.
Profile gigi

 

  • Klik “Standard Views” dan, kemudian Klik “Isometric” untuk mengembalikan ketampilan semula
Tampilan Layout

 

  • Klik “Features” dan, kemudian Klik “Extruded Cut” seting Diraction1 pada “Through All”dan kemudian  Klik  atau tekan Enter. 

 

Tampilan Layout yang diperoleh

Hilangkan sisi bagian yang tajam pada Part/Model dengan menggunakan perintah “Chamfer”

  • Klik “Chamfer”  lalu pilih sisi bagian yang ingin di chamfer

Cara membuat profile gigi pada seluruh lingkaran

  • Klik tanda panah yang mengarah kebawah pada “Features”  kemudian arahkan pada “Reference Geometry”dan  kemudian klik  seperti contoh gambar dibawah ini

 

 

  • Pilih “Cylindrical/Conical Face” kemudian Klik sisi terluar lingkaran (Extrude1) seperti gambar berikut

Maka pada Part/Model akan muncul sumbu Axis1


 

  • Klik tanda panah yang mengarah kebawah pada “Features”  kemudian pilih “Circular Pattern”
  • Pada kota “Parameter” masukan jumlah gigi yang diinginkan pada kesempatan ini kita buat jumlahnya 22, kemudian Klik Extrude2 (sisi profile gigi yang telah di bentuk)  
  • Klik  atau tekan Enter.

 

Selamat kita telah behasil membuat sebuah roda gigi lurus…!!!

Untuk meminimalisir berat suatu roda gigi para insinyur mesin biasanya mengurangi ketebalan dari roda gigi, maka pada saat ini kita teruskan proses pendesainan hingga hasil pendesainan bisa kita peroleh seperti desain roda gigi yang sesungguhnya. Langkah prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Klik “Front Face” dari roda gigi yang sudah kita buat, kemudian Klik “Sketch” 
  • Klik “Standard Views” dan, kemudian Klik “Normal To” lalu buat sketsa lingkaran dengan perintah “Circle”dan masukan nilai dimensi lingkaran dengan diameter 90 mm pada“Smart Dimension”
  • Klik “Features”  kemudian Klik “Extruded Cut” dan masukan nilai ketebalan pada  “D1” sebesar 5 mm, kemudian tekan kemudian klik  atau tekan Enter. 

Lakukan hal yang sama pada sisi berikutnya sehingga di peroleh hasil seperti gambar berikut:

Tidak tampak disini sisi yang di Extrude Cut, tetapi jika proses pengerjaan telah dikerjakan dengan benar maka Extrude Cut sudah berhasil kita buat.

MENGGAMBAR BAUT DENGAN AUTOCAD

Juli 7, 2012

MENGGAMBAR BAUT DENGAN AUTOCAD

 

Menggambar baut
Misalkan akan digambar baut dengan normalisasi M4 x 0,7 yang berarti diameter luar baut D=4 mm dan jarak baginya 0,7 mm. Panjang baut 14 mm dan panjang ulir 10 mm.
Begini langkah-langkahnya :

1. Dari tabel yang ada di buku DASAR PERENCANAAN DAN PEMILIHAN ELEMEN MESIN karangan Ir. Sularso, MSME didapat data : jarak bagi p=0,7 mm dan tinggi kaitan H=0,379 mm.
Maka bisa dihitung diameter dalam baut d=D-2H=4-(2×0,379)=3,242 mm

2. Aktifkan sudut pandang SE ISOMETRIC kemudian gambar 2 silinder lalu salah satu dichamfer seperti gambar di bawah ini :3. Buat helix dengan cara :
– Klik DRAW-HELIX
– Ketik d kemudian ketik 3.242 (diameter dalam baut)
– tekan ENTER
– Ketik h kemudian isikan 0.71 (jarak bagi ditambah toleransi 0,1)
– Ketik 10 (panjang ulir)
Hasilnya seperti gambar dibawah ini :4.Buat penampang yang akan di sweep dengan bentuk segitiga dan ukuranya seperti gambar di bawah ini :0,7 adalah jarak bagi p dan 0,379 adalah tinggi kaitan H.
Agar bisa di-sweep, segitiga di-region

5. Lakukan sweep pada segitiga dengan garis pengarahnya yaitu helix yang sudah dibuat (caranya mirip extrude path)

6. Dengan menu MOVE dan dibantu osnap CENTER tempatkan pegas yang sudah jadi pada silinder sehingga hasilnya seperti gambar di bawah ini :7. Selanjutnya tinggal buat kepala baut bisa kan?
Dengan menu polygon buat segi enam dengan radius 4 kemudian di extrude setinggi 3
Tinggal ditempelkan dengan menu MOVE, jadi…

Modifikasi Honda CS1 bore up 150cc

April 19, 2010

Artikel Oprek Oto Plus mengenai modif motor Honda CS1 yang sukses di bore up 150cc ini saya muat juga sebelumnya di blog racingtechnology.blogspot.com

Langsung saja… Sebenarnya yang dilakukan cukup mudah dan simpel, Bore up 150cc Honda CS1 Saya mulai dengan mengganti piston standar CS1 yg berukuran 58mm diganti dengan piston honda Tiger yang berukuran 63,5mm.

Kalo dihitung, V = phi / 4 x (6,35)kuadrat x (4,72).
Maka ketemu Volume yang baru adalah 149,4cc

Wow… Mirip suzuki satria… Hahahhhaaa

Askruk masih standar, juga connecting rod masih standar.  Perubahan ada saat mengawinkan conrod standar yg memiliki pen piston diameter 13mm dengan pen piston tiger yg berlingkar 15mm.  Alhasil, system shock pen piston dilakukan dengan bahan menggunakan standar pen piston tiger yang kemudian di shock dengan pen piston cs1 13mm. Sippp! Hasil memuaskan lalu lanjut…

Silinder block dilakukan penggantian boring, menggunakan boring Honda Tiger dengan spesial design by HKU Racing yang dibenamkan piston Tiger dengan suksesnya.  Oya, crankcase tengah tidak mengalami perubahan, karena diameter tengah sudah besar.  Namun ada yg harus diwaspadai adalah ketinggian piston Tiger lebih tinggi 6mm dibanding piston CS1.

Bisa saja sih silinder block di tambah packing aluminium 6mm. Tapi saya ingin packing setipis mungkin agar rantai mesin tidak perlu disambung sehingga masih memakai rantai mesin standard-nya.  Alhasil, piston di redesign kemudian paking menggunakan aluminium 1mm saja.

Setelah set TOP piston selesai, saatnya beralih ke silinder head.  Kubah dan squish area tidak dirubah, ‘kan piston nya di redesign

Packing head pesan khusus dengan tebal 1mm, agar tidak terjadi kebocoran air radiator.  Karena motor sudah datang dengan CDI racing yg terpasang, maka sektor pegas katub harus dibenahi.  Pegas katub diganjal ring tembaga 1mm, agar frekuensi floating pegas sedikit beranjak naek.  Hasilnya gejala klep bersenggolan dengan piston tak terjadi..
Porting in – ex masih standar.. Belum dijamah mata bore tune… Virgin euy

Lanjut ke karburator… Dipakai karbu keihin SP28mm milik NSR, dengan spuyer slowjet 45 dan mainjet 130. Putaran air screw 1,5putaran keluar.  Filter di lepas, biar sedotan udara tidak terhambat dan lari motor bisa cepaaattt!!!

Mesin dah oke… Tenaga pun melonjak… Sekarang beralih ke system transfer tenaga yaitu kopling.
Kanvas kopling langsung kita ganti dengan merek BRT, yah lumayan harga murah, kualitas baik.  Gak lupa pegas kopling jg diganti merek hkuracing…  (kombinasi yg tepat kan!)

Pelumas menggunakan enoc api service SL dengan viscositas 20w50
Setelah dicoba, rasanya nya nikmat, tapi sayangnya gear belakang terlalu pendek track nya… Akhirnya diganti dengan gear mata 40 (Standar-nya 42)

Woowww… Tenaga oke akselerasi mantafff !!!

CS1 150cc by hku racing surabaya

Popularity: 49% [?]

Share |

Tags: bore up 150cc, honda cs1, Modifikasi Honda CS1
Posted 21 Mar 2010 in Modifikasi
by hkuracing

Heat Treatment Of Steel Terminology

April 19, 2010

Berikut adalah beberapa istilah umum memperlakukan panas seperti yang digunakan oleh individu dalam industri baja.  Istilah-istilah ini tidak sedang digunakan dalam spesifikasi dan tidak ada suhu khusus diidentifikasi.

Aging: Menjelaskan suatu waktu-suhu-perubahan tergantung pada sifat-sifat paduan tertentu. Kecuali ketegangan usia penuaan dan pelunakan, itu adalah hasil presipitasi dari larutan padat dari satu atau lebih senyawa yang kelarutan berkurang dengan menurunnya temperatur. Untuk setiap paduan rentan terhadap penuaan, ada kurun waktu yang unik-suhu kombinasi yang akan menjawab.

Anil: Suatu istilah yang menunjukkan perlakuan, yang terdiri dari pemanasan dan memegang pada suhu yang sesuai diikuti dengan pendinginan pada tingkat yang sesuai, yang digunakan terutama untuk melunakkan tetapi juga sekaligus yang menghasilkan perubahan yang diinginkan atau properti lainnya di mikrostruktur. Tujuan dari perubahan tersebut mungkin, tetapi tidak terbatas pada, perbaikan mesin; fasilitasi dingin bekerja; perbaikan sifat mekanik atau listrik atau peningkatan stabilitas dimensi. temperatur yang digunakan bervariasi baik dalam mencapai suhu maksimum dan laju pendinginan yang digunakan, tergantung pada komposisi material, its condition, and the results desired. bahan, kondisinya, dan hasil yang diinginkan.

Bright Annealing: Annealing dalam media pelindung untuk mencegah perubahan warna permukaan yang cerah.

Siklus Annealing: Sebuah proses anil mempekerjakan yang telah ditetapkan dan waktu yang secara ketat dikontrol siklus suhu untuk menghasilkan sifat-sifat tertentu atau mikrostruktur.

Flame Annealing: Annealing di mana panas yang diterapkan secara langsung oleh api.

Full Annealing: Austenitizing dan kemudian pendinginan pada tingkat kekerasan sedemikian rupa sehingga pendekatan produk minimum.

Graphitizing: Annealing sedemikian rupa sehingga beberapa atau semua karbon diendapkan sebagai grafit.

Intermediate Annealing: Annealing pada satu atau lebih tahap selama proses manufaktur dan sebelum akhir pengobatan termal.

Isotermal Annealing: Austenitizing dan kemudian pendinginan dan memegang pada suhu di mana transformasi austenit yang relatif lembut ferit-karbida agregat.

Proses Annealing: Sebuah istilah yang digunakan tidak tepat untuk menunjukkan berbagai perawatan yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk dilaksanakan.

Memadamkan Annealing: Annealing sebuah paduan austenitik oleh Solution Heat Treatment.

Spheroidizing: Pemanasan dan pendinginan dalam siklus yang dirancang untuk menghasilkan bulat atau bentuk bulat karbida.

Pengaustemperan: Quenching dari suhu di atas kisaran transformasi, dalam media memiliki tingkat abstraksi panas cukup tinggi untuk mencegah pembentukan produk transformasi suhu tinggi, dan kemudian memegang paduan, transformasi sampai selesai, pada suhu di bawah perlit pembentukan dan di atas bahwa martensit formation. pembentukan.

Austenitizing: Pembentukan austenit dengan memanaskan ke dalam rentang transformasi (parsial austenitizing) atau di atas rentang transformasi (lengkap austenitizing,Ketika digunakan tanpa kualifikasi, istilah menyiratkan austenitizing lengkap.

Bluing: Sebuah perawatan permukaan paduan dasar besi, biasanya dalam bentuk lembaran atau strip, di mana, oleh tindakan udara atau uap pada suhu yang cocok, biru tipis terbentuk pada skala awalnya permukaan bebas, sebagai sarana untuk memperbaiki penampilan dan ketahanan terhadap korosi Istilah ini juga digunakan untuk menunjukkan perlakuan panas mata air setelah fabrikasi, untuk mengurangi stres internal yang diciptakan oleh melingkar dan membentuk.

Potensi karbon: Sebuah ukuran kemampuan suatu lingkungan yang mengandung karbon aktif untuk mengubah atau mempertahankan, di bawah kondisi yang ditentukan, isi karbon baja yang terkena ituDalam lingkungan tertentu, tingkat karbon dicapai akan tergantung pada faktor-faktor seperti suhu, waktu, dan komposisi baja.

Karbon Restorasi: Menggantikan karbon hilang dalam lapisan permukaan dari pemrosesan sebelumnya oleh carburizing lapisan ini secara substansial tingkat karbon asli.

Carbonitriding: Sebuah proses pengerasan-kasus di mana yang sesuai bahan besi dipanaskan di atas suhu transformasi yang lebih rendah dalam suasana gas komposisi sebagai simultan menyebabkan penyerapan karbon dan nitrogen oleh permukaan dan, oleh difusi, menciptakan gradien konsentrasi. Proses selesai oleh pendinginan pada tingkat yang menghasilkan sifat yang dikehendaki dalam karya utuh.

carbonaceous Carburizing: Sebuah proses di mana karbon diperkenalkan menjadi basis padat paduan besi dengan pemanasan di atas suhu transformasi rentang sementara di kontak dengan karbon materi yang mungkin menjadi padat, cair, atau gas. Carburizing sering diikuti dengan pendinginan untuk menghasilkan sebuah kasus mengeras.

Kasus: 1) Permukaan lapisan besi-paduan dasar yang telah diubah dengan komposisi yang sesuai dan dapat dibuat secara substansial lebih sulit daripada interior atau inti dengan proses pengerasan kasus dan 2) kasus istilah juga digunakan untuk memilih lapisan permukaan keras dari sepotong baja yang cukup besar untuk memiliki lebih lembut jelas inti atau pusat.

Dingin Pengobatan: Exposing ke bawah nol temperatur yang cocok untuk tujuan memperoleh kondisi yang diinginkan atau properti, seperti dimensi atau mikrostruktur stabilitas. Apabila perawatan melibatkan transformasi austenit sisa, biasanya diikuti dengan perawatan penemperan.

Penyejuk Heat Treatment: Sebuah awal perlakuan panas digunakan untuk menyiapkan bahan reaksi yang dikehendaki untuk perlakuan panas berikutnya.

Controlled Cooling: Suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses di mana objek baja didinginkan dari temperatur tinggi, biasanya dari panas akhir-membentuk operasi dalam cara yang telah ditetapkan pendinginan untuk menghindari pengerasan, retak, atau kerusakan internal.

Inti: 1) The interior bagian dari sebuah paduan dasar besi yang demi kasus pengerasan secara substansial lebih lembut daripada lapisan permukaan atau kasus; dan 2) istilah inti juga digunakan untuk yang relatif lembut bagian tengah mengeras tertentu alat baja.

Jangkauan : Synonymous with : Bersinonim dengan Transformation Transformasi Range Jangkauan Yang lebih disukai.

Decarburization: Hilangnya karbon dari permukaan besi-dasar paduan sebagai akibat pemanasan dalam medium yang bereaksi dengan karbon.

Menggambar: Menggambar, atau gambar yang marah, adalah identik dengan Tempering, yang adalah lebih baik.

Eutektik Alloy: The paduan komposisi yang membeku pada temperatur konstan mirip dengan logam murniMeleleh terendah (atau titik beku) kombinasi dari dua atau lebih logam. The alloy Paduan dari dua atau lebih padat terbentuk dari fase cair eutectically.

Kemampukerasan: Dalam sebuah paduan besi, properti yang menentukan kedalaman dan distribusi kekerasan disebabkan oleh pendinginan.

Pengerasan: Setiap proses peningkatan kekerasan logam oleh perawatan yang sesuai, biasanya melibatkan pemanasan dan pendinginan.

Pengerasan, Kasus: Sebuah proses pengerasan permukaan yang melibatkan perubahan dalam komposisi lapisan luar dari besi-basis paduan diikuti oleh perlakuan termal yang sesuai. Typical Khas case-hardening processes are Carburizing , Cyaniding . kasus-proses pengerasan Carburizing, Cyaniding, Carbonitriding, dan nitriding.

by Pengerasan, Flame: Suatu proses pemanasan lapisan permukaan besi-dasar paduan di atas kisaran temperatur transformasi melalui temperatur tinggi api, diikuti oleh quenching. pendinginan.

Pengerasan, Air hujan: Suatu proses pengerasan paduan di mana konstituen jenuh mengendap dari larutan padat. See also Aging . Lihat juga Aging.

. Pengerasan, Sekunder: Peningkatan dalam kekerasan berikut pelunakan normal yang terjadi selama penemperan baja paduan tertentu.

Pemanasan, Differential: Sebuah proses pemanasan dengan suhu yang dibuat untuk bervariasi di seluruh objek yang sedang dipanaskan sehingga pada pendinginan, bagian-bagian yang berbeda mungkin memiliki sifat-sifat fisik yang berbeda sebagaimana yang diinginkan.

. Pemanasan, Induksi: Suatu proses pemanasan lokal oleh induksi listrik.

Heat Treatment: Sebuah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan yang diterapkan pada suatu logam atau paduan dalam keadaan padat untuk mendapatkan kondisi yang diinginkan atau properti. Heating untuk tujuan tunggal adalah bekerja panas dikecualikan dari makna definisi ini.

Solusi: Perawatan di mana paduan dipanaskan ke suhu yang sesuai dan diadakan pada suhu ini selama jangka waktu yang cukup untuk memungkinkan konstituen yang diinginkan untuk masuk ke dalam larutan padat, diikuti dengan pendinginan cepat memegang konstituen dalam larutan. Bahan-bahan tersebut kemudian dalam jenuh, negara tidak stabil, dan mungkin selanjutnya akan menunjukkan Umur Pengerasan.

Homogenisasi: suhu yang tinggi-proses perlakuan panas dimaksudkan untuk menghilangkan atau menurunkan segregasi kimia oleh difusi.

Isotermal Transformasi: Suatu perubahan fasa pada suhu konstan.

. Malleablizing: Suatu proses anil besi cor putih di mana karbon gabungan seluruhnya atau sebagian dijadikan graphitic atau karbon bebas dan, dalam beberapa kasus, bagian dari karbon dihilangkan sama sekali.

Maraging: Sebuah perlakuan pengerasan presipitasi diterapkan pada kelompok khusus besi paduan dasar untuk memicu satu atau lebih senyawa intermetallic.

Martempering: Sebuah prosedur pengerasan di mana sebuah benda besi adalah austenitized dikuens menjadi media yang tepat suhu yang dijaga secara substansial pada M s dari benda kerja yang diselenggarakan dalam medium sampai suhunya seragam di seluruh tetapi tidak cukup lama untuk memungkinkan bainit untuk membentuk, dan kemudian didinginkan di udaraNitriding: Suatu proses pengerasan kasus di mana sebuah paduan besi-dasar komposisi khusus dipanaskan dalam suasana ammonia atau kontak dengan bahan nitrogen. Surface Permukaan pengerasan dihasilkan oleh penyerapan nitrogen tanpa pendinginan.

Normalisasi: Sebuah proses di mana sebuah paduan dasar besi dipanaskan hingga suhu di atas kisaran transformasi dan kemudian didinginkan di udara masih pada suhu kamar.

Kepanasan: Sebuah logam dikatakan telah terlalu panas jika, setelah terkena suhu yang terlalu tinggi, ia mengembangkan suatu struktur butir kasar undesirably tetapi tidak permanen rusak. Struktur rusak akibat overheating dapat diperbaiki oleh perlakuan panas yang sesuai atau dengan kerja mekanik atau dengan kombinasi keduanya. Dalam hal ini berbeda dari struktur Burnt.

Preheating: Pemanasan pada suhu yang sesuai segera sebelum ketika pengerasan austenitizing kemampukerasan tinggi konstruksi baja, banyak dari alat baja, dan bagian yang berat.

, Ketika berlaku, berikut istilah yang lebih spesifik harus digunakan: Direct Quenching, Fog Quenching, Hot Quenching, Interrupted Quenching,

Selektif Quenching, Slack Quenching, Spray Quenching, dan Waktu Quenching.

Langsung Quenching: carburized Quenching bagian langsung dari operasi carburizing.

Kabut Quenching: Quenching dalam kabut.

Hot Quenching: Suatu istilah yang digunakan untuk menutupi berbagai prosedur pendinginan di mana media pendinginan dijaga pada suhu yang ditentukan di atas 160 derajat F (71 derajat C).

Sela Quenching: Sebuah prosedur pendinginan di mana benda akan dihapus dari memuaskan pertama pada suhu jauh lebih tinggi daripada yang dari quenchant dan kemudian mengalami kedua sistem pendinginan memiliki laju pendinginan yang berbeda daripada yang pertama.

Selektif Quenching: Quenching hanya bagian-bagian tertentu dari suatu benda.

Slack Quenching: The lengkap pengerasan baja karena pendinginan dari suhu austenitizing dengan laju lebih lambat dari laju pendinginan kritis untuk baja tertentu, sehingga pembentukan satu atau lebih produk transformasi selain martensit.

Spray Quenching: Quenching dalam percikan cairan.

Sisa Quenching: Interrupted pendinginan di mana durasi memegang di media pendinginan dikendalikan.

Perendaman: berkepanjangan pemanasan logam pada suhu yang dipilih.

Menstabilkan Perawatan: Perawatan ini diterapkan untuk menstabilkan dimensi dari suatu benda atau struktur material seperti 1) sebelum menyelesaikan dimensi final, memanaskan benda kerja atau yang agak luar temperatur operasi dan kemudian pendinginan sampai suhu kamar dalam jumlah yang memadai kali untuk menjamin stabilitas dimensi dalam pelayanan; 2) transformasi austenit sisa dalam bahan-bahan yang mempertahankan jumlah besar ketika memadamkan mengeras (lihat perlakuan dingin); dan 3) memanaskan solusi-diperlakukan austenitik stainless steel yang berisi jumlah dikendalikan dari titanium atau niobium tantalum ditambah pada suhu di bawah solusi pemanasan suhu menyebabkan pengendapan halus yang terpisah, seragam terdistribusi karbida dari elemen-elemen, sehingga secara substansial mengurangi jumlah karbon tersedia untuk pembentukan krom karbida di batas butir pada paparan berikutnya suhu dalam kepekaan jangkauan.

Menghilangkan Stres: Sebuah proses untuk mengurangi tegangan sisa internal dalam benda logam dengan memanaskan objek untuk suhu yang sesuai dan memegang untuk waktu yang tepat pada temperatur tersebut,Perawatan ini dapat diterapkan untuk menghilangkan stres yang disebabkan oleh pengecoran, pendinginan, normalisasi, permesinan, dingin bekerja, atau pengelasan.

Marah Karbon: bebas atau graphitic karbon yang keluar dari solusi biasanya dalam bentuk bulat dalam struktur nodul selama Graphitizing atau Malleablizing.

Penemperan: Pemanasan yang memuaskan-keras atau paduan fero dinormalkan ke suhu di bawah kisaran transformasi untuk menghasilkan perubahan sifat yang diinginkan.

microstructure. Double Tempering: Sebuah perawatan yang memuaskan baja dikeraskan diberikan dua penemperan lengkap siklus pada suhu yang sama secara substansial dengan tujuan untuk memastikan penyelesaian reaksi penemperan dan mempromosikan stabilitas mikrostruktur yang dihasilkan.

Snap Temper: Sebuah pencegahan sementara pengobatan menghilangkan stres diterapkan pada baja kemampukerasan tinggi segera setelah pendinginan untuk mencegah retak karena keterlambatan dalam penemperan mereka pada temperatur yang lebih tinggi yang ditentukan.

Marah Rapuh: Rapuh yang terjadi ketika baja tertentu diadakan dalam, atau sedang didinginkan perlahan-lahan melalui, jarak tertentu suhu di bawah kisaran transformasi. The brittleness is revealed by notched-bar impact tests at or below room temperature. Yang rapuh ini diungkapkan oleh berkumai-bar tes dampak pada atau di bawah suhu kamar.

Transformasi Suhu: Suhu di mana terjadi perubahan fase. ini kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan suhu membatasi rentang transformasi. Simbol berikut digunakan untuk besi dan baja:

A ccm – Dalam hypereutectoid baja, suhu di mana larutan sementit dalam austenit selesai selama pemanasan

A c1 – Suhu di mana austenit mulai terbentuk selama pemanasan

A c3 – Suhu di mana transformasi austenit ferit untuk diselesaikan selama pemanasan

A c4 -Suhu di mana transformasi austenit ke delta ferit selama pemanasan

A e1 , A e3 , A ecm , A e4 -Suhu dari perubahan fasa pada kesetimbangan

A rcm – Dalam hypereutectoid baja, suhu di mana pengendapan sementit dimulai pada saat pendinginan

A r1 Suhu di mana transformasi dari austenit ke ferit atau ditambah ferit sementit selesai selama pendinginan

A r3 – Suhu di mana austenit mulai bertransformasi menjadi ferit selama pendinginan

A r4 – suhu di mana delta ferit untuk mengubah austenit selama pendinginan

M s – Suhu di mana transformasi dari austenit ke martensit dimulai pada saat pendinginan

M f – suhu, pada saat pendinginan, di mana transformasi dari austenit ke martensit secara substansial selesai

Semua perubahan ini kecuali pembentukan martensit terjadi pada temperatur selama pendinginan yang lebih rendah daripada selama pemanasan, dan tergantung pada tingkat perubahan suhu.

referensi

http://www.materialsengineer.com/E-Heat_Treatment_of_Steel.htm

Heat Treatment Of Steel Terminology

April 19, 2010

Berikut adalah beberapa istilah umum memperlakukan panas seperti yang digunakan oleh individu dalam industri baja.  Istilah-istilah ini tidak sedang digunakan dalam spesifikasi dan tidak ada suhu khusus diidentifikasi.

Aging: Menjelaskan suatu waktu-suhu-perubahan tergantung pada sifat-sifat paduan tertentu. Kecuali ketegangan usia penuaan dan pelunakan, itu adalah hasil presipitasi dari larutan padat dari satu atau lebih senyawa yang kelarutan berkurang dengan menurunnya temperatur. Untuk setiap paduan rentan terhadap penuaan, ada kurun waktu yang unik-suhu kombinasi yang akan menjawab.

Anil: Suatu istilah yang menunjukkan perlakuan, yang terdiri dari pemanasan dan memegang pada suhu yang sesuai diikuti dengan pendinginan pada tingkat yang sesuai, yang digunakan terutama untuk melunakkan tetapi juga sekaligus yang menghasilkan perubahan yang diinginkan atau properti lainnya di mikrostruktur. Tujuan dari perubahan tersebut mungkin, tetapi tidak terbatas pada, perbaikan mesin; fasilitasi dingin bekerja; perbaikan sifat mekanik atau listrik atau peningkatan stabilitas dimensi. temperatur yang digunakan bervariasi baik dalam mencapai suhu maksimum dan laju pendinginan yang digunakan, tergantung pada komposisi material, its condition, and the results desired. bahan, kondisinya, dan hasil yang diinginkan.

Bright Annealing: Annealing dalam media pelindung untuk mencegah perubahan warna permukaan yang cerah.

Siklus Annealing: Sebuah proses anil mempekerjakan yang telah ditetapkan dan waktu yang secara ketat dikontrol siklus suhu untuk menghasilkan sifat-sifat tertentu atau mikrostruktur.

Flame Annealing: Annealing di mana panas yang diterapkan secara langsung oleh api.

Full Annealing: Austenitizing dan kemudian pendinginan pada tingkat kekerasan sedemikian rupa sehingga pendekatan produk minimum.

Graphitizing: Annealing sedemikian rupa sehingga beberapa atau semua karbon diendapkan sebagai grafit.

Intermediate Annealing: Annealing pada satu atau lebih tahap selama proses manufaktur dan sebelum akhir pengobatan termal.

Isotermal Annealing: Austenitizing dan kemudian pendinginan dan memegang pada suhu di mana transformasi austenit yang relatif lembut ferit-karbida agregat.

Proses Annealing: Sebuah istilah yang digunakan tidak tepat untuk menunjukkan berbagai perawatan yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk dilaksanakan.

Memadamkan Annealing: Annealing sebuah paduan austenitik oleh Solution Heat Treatment.

Spheroidizing: Pemanasan dan pendinginan dalam siklus yang dirancang untuk menghasilkan bulat atau bentuk bulat karbida.

Pengaustemperan: Quenching dari suhu di atas kisaran transformasi, dalam media memiliki tingkat abstraksi panas cukup tinggi untuk mencegah pembentukan produk transformasi suhu tinggi, dan kemudian memegang paduan, transformasi sampai selesai, pada suhu di bawah perlit pembentukan dan di atas bahwa martensit formation. pembentukan.

Austenitizing: Pembentukan austenit dengan memanaskan ke dalam rentang transformasi (parsial austenitizing) atau di atas rentang transformasi (lengkap austenitizing,Ketika digunakan tanpa kualifikasi, istilah menyiratkan austenitizing lengkap.

Bluing: Sebuah perawatan permukaan paduan dasar besi, biasanya dalam bentuk lembaran atau strip, di mana, oleh tindakan udara atau uap pada suhu yang cocok, biru tipis terbentuk pada skala awalnya permukaan bebas, sebagai sarana untuk memperbaiki penampilan dan ketahanan terhadap korosi Istilah ini juga digunakan untuk menunjukkan perlakuan panas mata air setelah fabrikasi, untuk mengurangi stres internal yang diciptakan oleh melingkar dan membentuk.

Potensi karbon: Sebuah ukuran kemampuan suatu lingkungan yang mengandung karbon aktif untuk mengubah atau mempertahankan, di bawah kondisi yang ditentukan, isi karbon baja yang terkena ituDalam lingkungan tertentu, tingkat karbon dicapai akan tergantung pada faktor-faktor seperti suhu, waktu, dan komposisi baja.

Karbon Restorasi: Menggantikan karbon hilang dalam lapisan permukaan dari pemrosesan sebelumnya oleh carburizing lapisan ini secara substansial tingkat karbon asli.

Carbonitriding: Sebuah proses pengerasan-kasus di mana yang sesuai bahan besi dipanaskan di atas suhu transformasi yang lebih rendah dalam suasana gas komposisi sebagai simultan menyebabkan penyerapan karbon dan nitrogen oleh permukaan dan, oleh difusi, menciptakan gradien konsentrasi. Proses selesai oleh pendinginan pada tingkat yang menghasilkan sifat yang dikehendaki dalam karya utuh.

carbonaceous Carburizing: Sebuah proses di mana karbon diperkenalkan menjadi basis padat paduan besi dengan pemanasan di atas suhu transformasi rentang sementara di kontak dengan karbon materi yang mungkin menjadi padat, cair, atau gas. Carburizing sering diikuti dengan pendinginan untuk menghasilkan sebuah kasus mengeras.

Kasus: 1) Permukaan lapisan besi-paduan dasar yang telah diubah dengan komposisi yang sesuai dan dapat dibuat secara substansial lebih sulit daripada interior atau inti dengan proses pengerasan kasus dan 2) kasus istilah juga digunakan untuk memilih lapisan permukaan keras dari sepotong baja yang cukup besar untuk memiliki lebih lembut jelas inti atau pusat.

Dingin Pengobatan: Exposing ke bawah nol temperatur yang cocok untuk tujuan memperoleh kondisi yang diinginkan atau properti, seperti dimensi atau mikrostruktur stabilitas. Apabila perawatan melibatkan transformasi austenit sisa, biasanya diikuti dengan perawatan penemperan.

Penyejuk Heat Treatment: Sebuah awal perlakuan panas digunakan untuk menyiapkan bahan reaksi yang dikehendaki untuk perlakuan panas berikutnya.

Controlled Cooling: Suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses di mana objek baja didinginkan dari temperatur tinggi, biasanya dari panas akhir-membentuk operasi dalam cara yang telah ditetapkan pendinginan untuk menghindari pengerasan, retak, atau kerusakan internal.

Inti: 1) The interior bagian dari sebuah paduan dasar besi yang demi kasus pengerasan secara substansial lebih lembut daripada lapisan permukaan atau kasus; dan 2) istilah inti juga digunakan untuk yang relatif lembut bagian tengah mengeras tertentu alat baja.

Jangkauan : Synonymous with : Bersinonim dengan Transformation Transformasi Range Jangkauan Yang lebih disukai.

Decarburization: Hilangnya karbon dari permukaan besi-dasar paduan sebagai akibat pemanasan dalam medium yang bereaksi dengan karbon.

Menggambar: Menggambar, atau gambar yang marah, adalah identik dengan Tempering, yang adalah lebih baik.

Eutektik Alloy: The paduan komposisi yang membeku pada temperatur konstan mirip dengan logam murniMeleleh terendah (atau titik beku) kombinasi dari dua atau lebih logam. The alloy Paduan dari dua atau lebih padat terbentuk dari fase cair eutectically.

Kemampukerasan: Dalam sebuah paduan besi, properti yang menentukan kedalaman dan distribusi kekerasan disebabkan oleh pendinginan.

Pengerasan: Setiap proses peningkatan kekerasan logam oleh perawatan yang sesuai, biasanya melibatkan pemanasan dan pendinginan.

Pengerasan, Kasus: Sebuah proses pengerasan permukaan yang melibatkan perubahan dalam komposisi lapisan luar dari besi-basis paduan diikuti oleh perlakuan termal yang sesuai. Typical Khas case-hardening processes are Carburizing , Cyaniding . kasus-proses pengerasan Carburizing, Cyaniding, Carbonitriding, dan nitriding.

by Pengerasan, Flame: Suatu proses pemanasan lapisan permukaan besi-dasar paduan di atas kisaran temperatur transformasi melalui temperatur tinggi api, diikuti oleh quenching. pendinginan.

Pengerasan, Air hujan: Suatu proses pengerasan paduan di mana konstituen jenuh mengendap dari larutan padat. See also Aging . Lihat juga Aging.

. Pengerasan, Sekunder: Peningkatan dalam kekerasan berikut pelunakan normal yang terjadi selama penemperan baja paduan tertentu.

Pemanasan, Differential: Sebuah proses pemanasan dengan suhu yang dibuat untuk bervariasi di seluruh objek yang sedang dipanaskan sehingga pada pendinginan, bagian-bagian yang berbeda mungkin memiliki sifat-sifat fisik yang berbeda sebagaimana yang diinginkan.

. Pemanasan, Induksi: Suatu proses pemanasan lokal oleh induksi listrik.

Heat Treatment: Sebuah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan yang diterapkan pada suatu logam atau paduan dalam keadaan padat untuk mendapatkan kondisi yang diinginkan atau properti. Heating untuk tujuan tunggal adalah bekerja panas dikecualikan dari makna definisi ini.

Solusi: Perawatan di mana paduan dipanaskan ke suhu yang sesuai dan diadakan pada suhu ini selama jangka waktu yang cukup untuk memungkinkan konstituen yang diinginkan untuk masuk ke dalam larutan padat, diikuti dengan pendinginan cepat memegang konstituen dalam larutan. Bahan-bahan tersebut kemudian dalam jenuh, negara tidak stabil, dan mungkin selanjutnya akan menunjukkan Umur Pengerasan.

Homogenisasi: suhu yang tinggi-proses perlakuan panas dimaksudkan untuk menghilangkan atau menurunkan segregasi kimia oleh difusi.

Isotermal Transformasi: Suatu perubahan fasa pada suhu konstan.

. Malleablizing: Suatu proses anil besi cor putih di mana karbon gabungan seluruhnya atau sebagian dijadikan graphitic atau karbon bebas dan, dalam beberapa kasus, bagian dari karbon dihilangkan sama sekali.

Maraging: Sebuah perlakuan pengerasan presipitasi diterapkan pada kelompok khusus besi paduan dasar untuk memicu satu atau lebih senyawa intermetallic.

Martempering: Sebuah prosedur pengerasan di mana sebuah benda besi adalah austenitized dikuens menjadi media yang tepat suhu yang dijaga secara substansial pada M s dari benda kerja yang diselenggarakan dalam medium sampai suhunya seragam di seluruh tetapi tidak cukup lama untuk memungkinkan bainit untuk membentuk, dan kemudian didinginkan di udaraNitriding: Suatu proses pengerasan kasus di mana sebuah paduan besi-dasar komposisi khusus dipanaskan dalam suasana ammonia atau kontak dengan bahan nitrogen. Surface Permukaan pengerasan dihasilkan oleh penyerapan nitrogen tanpa pendinginan.

Normalisasi: Sebuah proses di mana sebuah paduan dasar besi dipanaskan hingga suhu di atas kisaran transformasi dan kemudian didinginkan di udara masih pada suhu kamar.

Kepanasan: Sebuah logam dikatakan telah terlalu panas jika, setelah terkena suhu yang terlalu tinggi, ia mengembangkan suatu struktur butir kasar undesirably tetapi tidak permanen rusak. Struktur rusak akibat overheating dapat diperbaiki oleh perlakuan panas yang sesuai atau dengan kerja mekanik atau dengan kombinasi keduanya. Dalam hal ini berbeda dari struktur Burnt.

Preheating: Pemanasan pada suhu yang sesuai segera sebelum ketika pengerasan austenitizing kemampukerasan tinggi konstruksi baja, banyak dari alat baja, dan bagian yang berat.

, Ketika berlaku, berikut istilah yang lebih spesifik harus digunakan: Direct Quenching, Fog Quenching, Hot Quenching, Interrupted Quenching,

Selektif Quenching, Slack Quenching, Spray Quenching, dan Waktu Quenching.

Langsung Quenching: carburized Quenching bagian langsung dari operasi carburizing.

Kabut Quenching: Quenching dalam kabut.

Hot Quenching: Suatu istilah yang digunakan untuk menutupi berbagai prosedur pendinginan di mana media pendinginan dijaga pada suhu yang ditentukan di atas 160 derajat F (71 derajat C).

Sela Quenching: Sebuah prosedur pendinginan di mana benda akan dihapus dari memuaskan pertama pada suhu jauh lebih tinggi daripada yang dari quenchant dan kemudian mengalami kedua sistem pendinginan memiliki laju pendinginan yang berbeda daripada yang pertama.

Selektif Quenching: Quenching hanya bagian-bagian tertentu dari suatu benda.

Slack Quenching: The lengkap pengerasan baja karena pendinginan dari suhu austenitizing dengan laju lebih lambat dari laju pendinginan kritis untuk baja tertentu, sehingga pembentukan satu atau lebih produk transformasi selain martensit.

Spray Quenching: Quenching dalam percikan cairan.

Sisa Quenching: Interrupted pendinginan di mana durasi memegang di media pendinginan dikendalikan.

Perendaman: berkepanjangan pemanasan logam pada suhu yang dipilih.

Menstabilkan Perawatan: Perawatan ini diterapkan untuk menstabilkan dimensi dari suatu benda atau struktur material seperti 1) sebelum menyelesaikan dimensi final, memanaskan benda kerja atau yang agak luar temperatur operasi dan kemudian pendinginan sampai suhu kamar dalam jumlah yang memadai kali untuk menjamin stabilitas dimensi dalam pelayanan; 2) transformasi austenit sisa dalam bahan-bahan yang mempertahankan jumlah besar ketika memadamkan mengeras (lihat perlakuan dingin); dan 3) memanaskan solusi-diperlakukan austenitik stainless steel yang berisi jumlah dikendalikan dari titanium atau niobium tantalum ditambah pada suhu di bawah solusi pemanasan suhu menyebabkan pengendapan halus yang terpisah, seragam terdistribusi karbida dari elemen-elemen, sehingga secara substansial mengurangi jumlah karbon tersedia untuk pembentukan krom karbida di batas butir pada paparan berikutnya suhu dalam kepekaan jangkauan.

Menghilangkan Stres: Sebuah proses untuk mengurangi tegangan sisa internal dalam benda logam dengan memanaskan objek untuk suhu yang sesuai dan memegang untuk waktu yang tepat pada temperatur tersebut,Perawatan ini dapat diterapkan untuk menghilangkan stres yang disebabkan oleh pengecoran, pendinginan, normalisasi, permesinan, dingin bekerja, atau pengelasan.

Marah Karbon: bebas atau graphitic karbon yang keluar dari solusi biasanya dalam bentuk bulat dalam struktur nodul selama Graphitizing atau Malleablizing.

Penemperan: Pemanasan yang memuaskan-keras atau paduan fero dinormalkan ke suhu di bawah kisaran transformasi untuk menghasilkan perubahan sifat yang diinginkan.

microstructure. Double Tempering: Sebuah perawatan yang memuaskan baja dikeraskan diberikan dua penemperan lengkap siklus pada suhu yang sama secara substansial dengan tujuan untuk memastikan penyelesaian reaksi penemperan dan mempromosikan stabilitas mikrostruktur yang dihasilkan.

Snap Temper: Sebuah pencegahan sementara pengobatan menghilangkan stres diterapkan pada baja kemampukerasan tinggi segera setelah pendinginan untuk mencegah retak karena keterlambatan dalam penemperan mereka pada temperatur yang lebih tinggi yang ditentukan.

Marah Rapuh: Rapuh yang terjadi ketika baja tertentu diadakan dalam, atau sedang didinginkan perlahan-lahan melalui, jarak tertentu suhu di bawah kisaran transformasi. The brittleness is revealed by notched-bar impact tests at or below room temperature. Yang rapuh ini diungkapkan oleh berkumai-bar tes dampak pada atau di bawah suhu kamar.

Transformasi Suhu: Suhu di mana terjadi perubahan fase. ini kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan suhu membatasi rentang transformasi. Simbol berikut digunakan untuk besi dan baja:

A ccm – Dalam hypereutectoid baja, suhu di mana larutan sementit dalam austenit selesai selama pemanasan

A c1 – Suhu di mana austenit mulai terbentuk selama pemanasan

A c3 – Suhu di mana transformasi austenit ferit untuk diselesaikan selama pemanasan

A c4 -Suhu di mana transformasi austenit ke delta ferit selama pemanasan

A e1 , A e3 , A ecm , A e4 -Suhu dari perubahan fasa pada kesetimbangan

A rcm – Dalam hypereutectoid baja, suhu di mana pengendapan sementit dimulai pada saat pendinginan

A r1 Suhu di mana transformasi dari austenit ke ferit atau ditambah ferit sementit selesai selama pendinginan

A r3 – Suhu di mana austenit mulai bertransformasi menjadi ferit selama pendinginan

A r4 – suhu di mana delta ferit untuk mengubah austenit selama pendinginan

M s – Suhu di mana transformasi dari austenit ke martensit dimulai pada saat pendinginan

M f – suhu, pada saat pendinginan, di mana transformasi dari austenit ke martensit secara substansial selesai

Semua perubahan ini kecuali pembentukan martensit terjadi pada temperatur selama pendinginan yang lebih rendah daripada selama pemanasan, dan tergantung pada tingkat perubahan suhu.

referensi

http://www.materialsengineer.com/E-Heat_Treatment_of_Steel.htm

Merancang Mesin Balap Skutik

April 12, 2010

Merancang Mesin Balap Skutik

 

Sangat menarik untuk merancang mesin balap skubek atau skutik Kan balap skubek baru aja dipentas dua Minggu lalu di Sentul Kecil. Bahkan kabar bagusnya, tahun depan ada 4 seri lagi. Untuk itu sebagai persiapan rasanya perlu teori yang pas supaya ada panduan dan tidak salah langkah.
Paling menarik untuk dicermati kelas 150 cc. Di Yamaha Mio harus menggunakan piston 57 mm. Sedang stroke standar Mio yaitu 57,9 mm. Bagaimana menentukan ukuran klep dan besarnya karburator yang digunakan?

Dan kita panggilkan Ibnu Sambodo yang begawan 4-tak Indonesia untuk berbagi ilmu. Menurut pria yang tinggal di Sleman, Jogja ini sebagai permulaan katanya harus menentukan letak power di rpm berapa. Jadi, bukannya menentukan besarnya klep dulu.

Ibnu mengambil contoh motor balap di tim Manual Tech. Peak power sekitar di 13.000 rpm untuk kelas 110 cc. Rata-rata tim lain bermain di 12.000 rpm. Biar gampang ditentukan di 12.000 rpm saja ya, maklum di skubek yang transmisi otomatis belum ada batasan. Juga karakter tenaga bagusnya di gasingan bawah.

Juga mesti tahu dulu gas speed (GS) di lubang porting. Menurut referensi dari tuner luar negeri 80 meter/detik. Untuk motor balap Ibnu, yaitu 100-105 meter/detik. Angka ini menentukan homogenitas campuran bensin-udara. Jika kelewat gede atau kurang dari 80 m/detik akan tidak homogen. Lebih gampang 100 m/detik saja ya.

Selanjutnya mencari ukuran diameter inlet port. Menurut mekanik beken disapa Pakde itu, paling gampang bisa diukur dari diameter lubang inlet di kepala silinder yang ketemu dengan intake manifold. Untuk menentukan besarnya bisa lihat rumus:

Diameter Piston2
Gas Speed= ————————–x Piston Speed
Diameter Inlet Port2

Piston Speed = (2 x stroke x rpm)/60.
Yamaha Mio punya stroke 57,9 mm (0,0579 meter). Pada gasingan 12.000 rpm, maka Piston Speed = (2 x 0,0579 x 12.000)/60 = 23,16 meter/detik. Nah, dari sini bisa menghitung diameter inletnya. Yaitu:

Diameter Piston²
Diameter Inlet Port = √————————–x Piston Speed
Gas speed

0,057²
Diameter Inlet Port = √—————– x 23,16
100

Diameter Inlet Port = 0,0274 meter = 27,4 m

Nah, dari sana ketahuan bahwa diameter inlet port 27,4. Dari sini memang rada rumit jika mau tahu ukuran diemeter klep ideal. “Harus melalui rumus yang panjang dan perlu riset lama. Terutama tahu dulu diagram kerja kem dan bikin pusing,” jelas Ibnu yang sarjana elektro sekaligus mesin itu.

Diameter klep tergantung letak peak power yang dimau

Untuk itu Ibnu mau kasih rumus ringan. Katanya diameter inlet port itu untuk ukuran motor cc kecil, yaitu 0,85 x diameter klep isap. Maka diameter klep isap = Diameter Inlet Port/0,85 = 27,4/0,85 = 32 mm.

Klep buang lebih kecil lagi. Besarnya berkisar 0,77 sampai dengan 0,80 x diameter klep isap. Jika diambil yang paling besar yaitu 0,80 x 32 = 25,6 mm. Nah, ini dirasa sangat gede jika klep isap 32 mm dan buang 26,6 mm. Rasanya seperti sangat susah dipasang pada kepala silinder yang hanya menggunakan piston diaemeter 57 mm.

Tapi rumus ini jika peak power kepingin berada di 12.000 rpm. Untuk ukuran matik harusnya lebih rendah lagi. Kan transmisi otomatis (CVT) butuh tenaga galak di putaran bawah supaya cepat melesat.

Jika tenaga bermain di gasingan 11.000 rpm klep isap 30,6 mm dan klep buang 24,5 mm. Kalau mau lebih rendah lagi misalnya di 10.000 rpm, maka klep isap 29,5 dan buang 23,6 atau 24 mm. Jadi, besarnya diameter klep tergantung dari letak peak power yang dimau.

Venturi Karbu
Menentukan besarnya venturi karburator juga bisa berpatokan dari perbandingan. Sebagai contoh diambil dari buku panduan flowbench merek Superflow SF-110/120. Perbandingannya 0,85 x diameter klep.

Sebagai contoh seperti di atas jika diameter klep isap 32 mm. Maka venturi karburator 32 x 0,85 = 27 mm. Namun dirasa susah mencari karburator ukuran 27 mm. Kalau mau lebih gampang, pilih aja yang 28 mm. Seperti Keihin PWK 28 misalnya.

Artikel diatas, ditulis cara menentukan besarnya diameter lubang intake atau isap di skubek. Contohnya di Yamaha Mio. Tentunya harus ditentukan dulu letak peak power di rpm berapa yang dimau.

Batang klep. Pilih yang sama dengan punya Mio biar gesekan ringan

Letak peak power atau tenaga puncak yang dimau akan menentukan besarnya diameter lubang isap. Juga akan menentukan pemilihan diameter payung klep dan ukuran karburator yang diterapkan.

Rupanya cara itu lumayan menarik perhatian skubeker yang doyang ngebut. Seperti Nugroho dari Surabaya. “Jika sudah tahu ukuran payung klep yang dipakai, kira-kira pakai punya klep apa dan gimana pasangnya?” tanya pemakai Yamaha Nouvo itu lewat SMS.

Untuk Yamaha Mio yang mau turun di kelas 150 cc pakai piston 57 mm, bisa menggunakan klep beberapa tingkatan. “Tergantung letak peak power ada di rpm berapa,” timpal Ibnu Sambodo, begawan 4-tak yang minggu lalu memberikan rumusnya.

(1) Klep Sonic
Misalnya menyesuaikan dengan klep yang tersedia di pasaran. Sebagai contoh klep Honda Sonic in 28 mm dan ex 24 mm. Herganya berkisar dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Namun risikonya harus potong batang klep lantaran kepanjangan. Kalau tidak repot comot aja merek TK, TDR atau Daytona khusus untuk Mio.

Klep ukuran 28/24 ini banyak dipakai skubeker. Jika menggunakan rumus yang diberikan Ibnu minggu lalu, karakter tenaga atau peak power berkisar di 9.000 rpm. Namun pakai klep ini harus menggeser posisi sudut klep di kepala silinder.

Untuk itu Chandra dari bengkel bubut Master Tjendana Bandung kasih panduan. Menurut Chandra, standar Mio klep in kemiringan dari vertikal 31,5 derajat dan klep buang 35,5 derajat. Jika memakai klep Sonic, kemiringan harus dibikin lebih landai supaya tidak saling bertabrakan.

Dari perhitungan menggunakan rumus sinus dan cosinus, didapat klep isap kemiringannya harus dibikin 29,1 derajat. “Klep buangnya 33,5 derajat dengan memperhitungkan jarak antar klep 4 mm,” jelas Chandra langsung dari Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.

Pasang klep lebar. Kemiringan klep harus diatur ulang di tukang bubut

Jarak antar klep bagusnya 3-4 mm supaya mesin adem

(2) Klep EE 31/25,5 mm
Pilihan kedua, jika tenaga mesin mau berada di kisaran 11.000 rpm. “Bisa pakai klep berlogo EE yang diameter payung klep isap 31 dan buang 25,5 mm,” jelas Mariasan Kocek dari JP Racing di Ciputat, Tangerang.

Jangan lupa jarak antar klep diseting 4 mm dan sudut kemiringan klep isap 28 derajat dan buang 33 derajat. Karakter klep EE antijeber alias tidak mengembang meski menggunakan per yang keras dan kem lift tinggi.

Klep ini memang batangnya lebih panjang. Konsekuensinya harus main potong supaya ukurannya sama dengan punya Mio. Namun kelebihannya diameter batang klep kecil alias sama dengan punya Yamaha Mio. Sehingga gesekan lebih ringan.

Meski harus main potong batang, namun harganya lumayan ringan. Katanya sih pihak JP Racing menjualnya dengan banderol Rp 150 ribu.

(3) Klep GL Pro Platina
Pilihan lain bisa coba klep GL-Pro platina alias tipe lama. Diameter payung klep in 31,5 mm dan ex 26 mm. Dipastikan cocok untuk mengejar tenaga di gasingan 11.500 rpm. Harganya lumayan bersahabat. Seperti buatan Indoparts yang dilego kisaran Rp 70 ribu.

Untuk pemasangan klep ini Chandra yang spesialis ubah klep itu kasih bocoran. “Kemiringan klep isap dipasang 27,5 derajat, sedang kemiringan klep buang 32,5 derajat, kondisi ini jarak antar klep biar aman 5 mm,” jelas Chandra.

Namun menggunakan klep GL-Pro meski murah ada konsekuensinya. Batang harus dipotong lantaran kepanjangan. Juga diameter batang klep lumayan gede, yaitu 5,5 mm. Bandingkan punya Mio asli hanya 5 mm.

Jarak Antar Klep
Jarak antar klep memang tergantung dari kem. Terutama overlap dan lift. “Namun jangan kelewat jauh mematok jarak antar katup isap dan buang. Bagusnya sih 3 sampai 4 mm,” jelas Jesi Lingga Siwanto dari JP Racing.

Dari analisis Jesi, jika jarak antar klep 5 mm atau lebih akan berakibat mesin panas. Biasanya leher knalpot membara. Menandakan temperatur mesin tinggi.

 

Namun kalau digunakan untuk keperluan racing, tetap perlu modifikasi di beberapa bagian. Juga perlu perlakuan khusus. Apalagi klep yang dipakai asalnya dari motor atau mobil harian. Tujuannya agar didapat flow atau aliran gas bakar bagus.

Paling awal bisa dilihat pada batang klep yang kepanjangan. Ini terjadi jika menerapkan klep Honda Sonic atau CS-1, GL-Pro platina dan merek EE keluaran JP Racing. Untuk itu harus dipotong disesuaikan panjang klep Mio.

Perlu diketahui, panjang standar klep Mio 65 mm. “Untuk itu, ukuran panjang klep CS-1, Sonic, GL-Pro dan EE dibikin sepanjang 65 atau 66 mm juga,” ucap Chandra Sopandi yang tukang bubut Master Tjendana itu.

Untuk memotong, gunakan mesin bubut supaya presisi. Trus diikuti dengan membuat alur untuk dudukan kuku klep (gbr. 1). Fungsi kuku klep untuk mengunci klep bareng per katup. “Alur ini posisinya 2,5 mm dari ujung batang klep,” jelas Chandra yang masih lajang itu.

Dalam membuat alur untuk kuku klep harus dibikin radius. “Lebar alur dibikin 2 mm dan radius 1 mm. Maka dalam radius hanya tinggal 0,5 mm,” jelas Chandra yang masih jomblo itu?

Rada repot kalau pakai klep GL-Pro, meski murah harus kerja dua kali. Pertama, kudu memotong klep yang kepanjangan. Kedua, kudu ngecilin diameter batang klep. Batang klep yang dikecilin pada ujungnya sejauh 8 mm. Diameter batang klep asalnya 5,5 mm dibikin 5 mm. Selanjutnya tinggal bikin alur untuk kuku klep. Hasilnya bisa lihat (gbr. 2).

Untuk membentuk batang klep EE, proses kerjanya sama dengan di klep Sonic. Kan diameter batang klep EE sama dengan punya asli Mio yang 5 mm.

gbr.1

gbr.2

Proses Hardening
Setelah klep dipotong, tentunya wajib kembali dibikin keras. Tujuannya supaya batang klep tidak jeber dipukul rocker-arm. Untuk itu, butuh proses hardening. Tekniknya batang klep dipanaskan menggunakan las asitilen. Jangan menggunakan las karbit karena dikhawatirkan kurang panas.

Perlu juga diwaspadai saat proses hardening. Jangan kelewat panas yang berisiko klep jadi patah. Sebaliknya, kalau kurang panas juga bakal lembek alias masih mudah jeber. Proses pemanasan cukup sampai membara kira-kira mendekati titik leleh besi.

Gampang kok caranya mengetahui sudah mendekati titik leleh. Perhatikan warna ketika klep dibakar. Awalnya klep akan merah membara, kemudian oranye dan begitu mencapai kelir kuning stop pemanasan.

Begitu klep berwana kuning segera celup pada cairan kimia. Cairan kimia ini campuran dari RBK (Racun Besi Kuning) atau RBM (Racun Besi Merah) dengan air. Komposisinya 100 cc air dicampur dua sendok makan RBK atau RBM. Terserah mau pakai RBK atau RBM, menurut Chandra sama saja.

“Untuk mendapatkan RBM atau RBK, bisa cari di toko kimia. Kemasan ½ kg Rp 100 ribu,” jelas Chandra dari Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.

Brother berkacamata itu juga kasih penjelasan. Katanya dalam proses pemanasan tidak bisa menggunakan campuran RBK plus air. Ada klep yang cukup pakai oli. Bedanya bisa langsung dites menggunakan magnet.

Magnet ditempelkan pada batang klep. Jika bersifat magnetik, klep nempel di magnet. Artinya, setelah proses hardening cukup dicelup oli. Seperti klep Sonic, batang atas nempel dan bawah enggak, maka cukup dicelup oli.

Jika seperti klep EE dan GL-Pro berlainan. Klep isap bersifat magnetik, setelah pemanasan dicelup oli doang. Klep buangnya yang non magnetik alias tidak nempel magnet harus menggunakan cairan RBK dan air.

Informasi lebih komplet seputar proses hardening, bisa konsultasi langsung sama Chandra. Brother yang sedang mendambakan kekasih ini bisa ditanya di (022) 70600396.


Radius klep

OTOMOTIFNET – Ibnu Sambodo yang begawan 4-tak masih percaya klep standar yang asli pabrik. Seperti klep Sonic yang dipakai untuk road race. Katanya punya material lebih terjamin kekutannya dibanding yang aftermarket dengan spek yang belum jelas dan tidak tahu buatan mana.

Namun digunakan untuk keperluan balap, klep standar harus dimodifikasi. Minimal dari bentuknya. Namun jika batangnya dipotong, tetap harus dihardening atau diperkeras supaya kuat. Seperti ditulis minggu lalu.

Kali ini Ibnu kasih tahu modifikasi dari ukuran. Pertama ukuran pada bagian pertemuan antara payung dengan batang klep. “Bagian ini membentuk radius atau sudut,” jelas Ibnu yang asli wong Jowo itu.

Untuk klep racing biasanya dibuat enteng. Maka pada bagian radius atau leher ini dibuat tipis. “Tapi kendalanya flow atau aliran gas bakar rada berkurang karena membentuk lekukan yang tajam,” jelas Ibnu yang kini mulai tinggal di Jakarta mengurus tim Kawasaki.

Diakui juga oleh pria beken disapa Pakde ini. Katanya membentuk bagian ini rada susah, tukang bubut juga belum tentu presisi. “Makanya untuk sementara banyak dilupakan atau dikira-kira dulu,” jelas mekanik yang berpenampilan sederhana ini.

Untuk keperluan balap, sementara sebagai patokan, Ibnu kasih radius 1/3 dari diameter payung klep. Sebagai contoh klep isap 28 mm, jika dikalikan 1/3 hasilnya 9,3 mm.

Jika merunut dari buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell, sedikit berbeda. Untuk ruang bakar hemi chamber dengan klep miring, besarnya 0,24-0,26 dari diameter payung klep. Andaikan 0,26 x 28 mm hasilnya radius leher klep 7,28 mm.

Menurut Ibnu, ini bukan rumus. Hanya sebagai perbandingan. Apalagi riset yang dilakukan oleh Graham Bell dilakukan di mobil. Mesin mobil dan motor berbeda putaran. Untuk motor balap bergasing sampai 14.000 rpm, sedang di mobil hanya separuhnya.

Perlu dipertimbangkan dalam menggunakan perbandingan Ibnu atau Graham. Radius yang kelewat gede atau kecil ada pengaruh terhadap flow dan berat klep. Jika lekukan atau radius kecil tidak tajam tapi bagus untuk flow. Tapi klep jadi berat.

Berbeda jika leher klep dibikin dengan radius besar. Dari sisi bobot memang enteng, tapi terdapat lekukan yang tajam. Bikin flow jadi berkurang, untuk itu harus tetap mempertimbangkan dua faktor ini.

Perkecil batang hanya sampai ujung bos klep

Batang Diperkecil

Untuk memperbesar flow, batang klep juga harus dimodifikasi. Terutama batang klep yang berada di lubang atau port isap dan buang. Batang klep yang kebesaran lumayan menghambat aliran gas bakar.

Pada klep bebek yang hanya 5 mm, oleh Ibnu Sambodo hanya dibikin 4,5 mm. Bagian ini dari radius klep sampai bagian yang menyentuh tepat dibibir bos klep. Jangan kelewat dalam yang berakibat sedikitnya kontak antara batang klep dengan bosnya. Jadinya cepat oblak.

Bahkan menurut Ibnu lagi, sebenarnya bisa saja batang klep dari radius atau leher sampai bibir bos klep dibikin 4 mm. Namun risikonya ketahanan jadi berkurang. Tapi aliran gas bakar lebih lancar.

Sudut 45 ketemu sitting klep, sudut 30 untuk flow

Sudut 45 Dan 30 Derajat

Kedua sudut di bibir payung klep ini belum lama ditulis oleh MOTOR Plus tepatnya edisi 507. Fungsinya untuk memperlancar flow gas bakar. Sekadar mengingatkan, sudut 45 derajat paling bawah dan di atasnya 30 derajat.

Dua sudut ini harus dibentuk menggunakan reface valve. Nantinya sudut yang 45 derajat akan bersentuhan dengan sitting klep di kepala silinder. Sedang yang 30 derajat untuk mempermudah aliran gas bakar.

Dibuat Cekung
Untuk memperingan bobot klep, masih ada cara yang bisa ditempuh. Caranya dengan membuat tipis payung klep. Namun jangan terlalu tipis yang bisa berakibat klep gampang pecah. Bagian yang bisa dibuang daging pada tengah payung klep, caranya dibuat cekung.

Payung klep cekung seperti di katup Sonic atau CS-1. Meski cekung namun tidak terlalu dalam yang berakibat kompresi turun. Tapi, bagian yang cekung di tengah ini dirasa tidak mengurangi kekuatan klep. Sebab masih tebal lantaran di belakangnya masih ada batang klep.

Ibnu bilang, bagian paling luar klep memang lebih kuat dibanding dalam. Untuk itu, ketika mengikis klep jangan terlalu dalam. Katanya bisa mengurangi kekuatan dari klep itu sendiri.

 

Lima Tips Optimalisasi Kopling

April 12, 2010


Kopling mampu bekerja optimal dengan livetime panjang, tetapi memerlukan upaya2 yg al sbb :

Banyak  macam cara orang memberikan pembagian type atau klas, dan dibagi lagi menurut sub-type dsb.
Nenurut cara kerja kerja bagian kopling dapat digolongkan : type Sliding dan type deforming.
Type Sliding yaitu kopling yg terdirir dari dua bagian dapat bergerak sliding satu dengan satunya dalam mengakomadasi gerakan axial dari  dua mesin yang di kopel tsb. contoh: kopling jenis gear
Type deforming yaitu kopling yg terdirir dari dua bagian yang dihubungkan oleh bagian dapat berubah bentuk (melentur, memanjang) thd dengan satunya dalam mengakomadasi gerakan axial dari  dua mesin yang di kopel tsb. contoh: kopling seperti bola karet, kopling type flex.
(baca di artikel Kopling)
Menurut  sistem lubrikasi : lubeless coupling dan lubricated copling.
Lubeless coupling : kopling yang tidak memerlukan pelumasan : kopling kategori deforming
Lubricated coupling : kopling ketegori sliding.
Sering terjadi kopling cepat aus pd bagian yang sliding ini disebabkan karena misaligment : misal  kopling gear ,grid, dan jaw . Deforming kopling : disc,diaphragm, elastomer merupakan jenis kopling yang rendah maintenance cost, karena tidak memerlukan pelumasan.
Jenis kopling apapun harus di upayakan agar mampu memberikan performance yg optimal.
Al  dengan 5 tips sbb:

1. Lakukan dgn Konsisten cara, methode : pemasangan dan perawatan, kopling harus di pasang/dialignment sesuai dengan petunjuk manual. Perawatan harus mengikuti manual dan di improve dengan pengalaman yang sudah teruji (proven). Biasanya manual installation & maintenance  tidak terurus / hilang. Historical record setiap mesin/peralatan harus di catat secara rapi, terus menerus. Secara pirnsip histori, sekurang-kurangnya terdiri dari: manual instalasi ,perawatan,operasi dan semua perwatan/perbaikan yang pernah dilakukan dan renaca tindakan improvement.
2. Tahu batasan aligment atau spesifikasi kopling. Spesifikasi Alignment kopling itu terdiri dari kombinasi : shaft offset, sudut dan axial movement harus diketahui sebelum memasang. Harga axial actual pemasangan kedua mesin tidak boleh lebih besar dari axial kopling, atau melampau harga flexiblelitas  kopling jika lebih besar berakibat al: bearing thrust mesin panas/rusak, dua bagian kopling akan tarik menarik / rusak.
Utk jenis deforming kopling axial yang berlebihan akan membuat constant deforming dan mengakibatkan constant strees , sehingga menurangi kemampuan utk mentransmit torque dan mengatasi angular misalignment. Oleh sebab itu sangat penting utk familier dengan batasan berapa besar misalignment dan recommendednya bagi setiap kopling yang sedang di tangani, dapat  diketahui dari manualnya.

3 Memasang baut tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendor dan harus sama kekencangan stu baut dengan yg lain, Ini dpat dilakukan dengan alat/kunci torsimeter. Baut juga merupakan bagian yang meng-transmit torque, berarti ada shear strees. Jika terlalu kuat baut mengalami strees tarik dan shear/potong, hal ini mengurangi kekuatan baut bahkan mudah timbula kerusakan. Jika terlalu kendor dapat menimbulkan lepas dan tidak mating lagi.
Jadi baut kopling sudah di rancang besarnya pas dengan lubang baut, dan kekencangan harus sesuai stnadart, tidak boleh diganti dengan beda ukuran. Besarnya sesuai dengan beban yang akan di pikul. Beratnya harus sama agar tidak menimbulkan unbalance. Letak baut di lubang kopling usahakan tidak tertukar sebelum dan setelah dipasang, baut dan nutnya jangan tertukar, jika membongkar buatlah tempat baut dengan nomor dan lubang sama dengan kopling.

4 Pakailah lubrikan/grease yang tepat. Lubrikan merupakan darah-hidunya kopling (jenis lubricated). Lebih dari 50% kerusakan premature, disebabkan masalah2 grease: terlalu lama tidak diganti, bocor, kebanyakan/kekurangan, salah pilih spec, sebagai orang maintenance harus menjadari bahwa grease kopling tidak sama dengan grease bearing. Lubrican bearing memakai (National Lubricating Grease Institute) NGLI grade 2  sedang utk kopling memakai NGLI grade 1. Viscositas Grade 1   mendekati vis Oli.

5 Lakukan Preventive Maintenance. Hal in juga dapat dilakukan dengan tanpa harus berhenti operasi atapun harus membongkar. Dengan alat thermografi kita dapat mengetahui dan mendeteksi apakah ada kelainan2 dengan indikasi panas2 yang berlebihan. Sehingga dapat dilakukan rencana tindakan2 lanjutan, misal regreasing, realignment, ataupun penggantian2 bearing mesin yang dikoplel.
Untuk on line inspeksi kopling “disc flex” dengan  menggunakan strobe-light. Dengan mengatur “flash” dapat diidentifikasi apakah disc flex/pack  apakah buckling, karatan atau retak.
Jadi paling tidak ada 5 hal tsb diatas kita dapat memperpanjang umur  (live time) kopling bahkan juga mesin yang di”koplel”. Mesin dan kopling merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi umurnya.

Bagaimana Cara Kerja Mesin Bubut ???

April 12, 2010

MESIN BUBUT SALAH SATU BAGIAN DARI MESIN PRODUKSI

Mesin bubut

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Prinsip kerja mesin bubut

poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian mesin bubut

Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

Jenis-jenis Mesin Bubut

  1. Mesin Bubut Universal
  2. Mesin Bubut Khusus
  3. Mesin Bubut Konvensional
  4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

Masin perpaduan antara servo motor dan mekanis ini segera digantikan dengan system analog dan kemudian computer digital, menciptakan mesin perkakas modern yang disebut mesin cnc(computer numerical control) yang kemudian hari telah berevolusi proses desain. Saat ini mesin cnc mempunyai hubungan yang sangat erat dengan program CAD.mesin-mesin cnc dibangun untuk menjawab tantangan di dunia manufaktur modern.dengan mesin cnc, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/100 mm lebih, pengerjaan produk missal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat.

NC/CNC terdiri dari beberapa bagian yang utama:

1.program.

2.control unit/ processor.

3.motor listrik servo untuk menggerakkan control pahat.

4.motor listrik untuk menggerakkan/ memutar pahat.

5.pahat.

6.dudukan dan pemegang.

Jenis Mesin CNC

April 12, 2010


Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :
Mesin bubut CNC dan Mesin frais CNC
Cara Mengoparasikan Mesin CNC
Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :
Sistem Absolut
Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.
Sistem Incremental
Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.
Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC.
PC untuk Mesin CNC
PC (Personal Computer) sebagai perangkat input bagi mesin CNC sangat penting peranannya untuk memperoleh kinerja mesin CNC. Oleh karena itu setiap pabrik yang memproduksi mesin CNC juga memproduksi atau merekomendasi spesifikasi PC yang digunakan sebagai input bagi mesin CNC produksinya.
Pada mesin CNC untuk keperluan unit latih (Training Unit) atau dengan operasi sederhana, baik tampilan pada monitor maupun eksekusi program, maka PC yang dipergunakan sebagaimana pada mesin CNC jenis LOLA 200 MINI CNC, LEMU IITM, EMCO TU, maupun yang sejenis.
Perkembangan jenis pekerjaan yang menggunakan peranan mesin CNC sejalan dengan kebutuhan teknologi manufaktur semakin meningkat. Oleh karena itu dikembangkan pula perangkat PC yang dapat melayani mesin CNC dengan kinerja yang mampu mengatasi beberapa faktor kesulitan yang dijumpai pada proses manufaktur. Gambar 8 memperlihatkan tampilan monitor mesin CNC jenis E·IPC700-ECKELMANN, DNC NT-2000, WinPromateII – Baronics, Mirac PC, CamSoft, ProMotion® iCNC, maupun yang sejeni
Kode Standar Mesin CNC
Mesin CNC hanya dapat membaca kode standar yang telah disepakati oleh industri yang membuat mesin CNC. Dengan kode standar tersebut, pabrik mesin CNC dapat menggunakan PC sebagai input yang diproduksi sendiri atau yang direkomendasikan. Kode standar pada mesin CNC yaitu :
Mesin Bubut
Fungsi G
G00 Gerakan cepat
G01Interpolasi linear
G02/G03 Interpolari melingkar
G04 Waktu tinggal diam.
G21 Blok kosong
G24 Penetapan radius pada pemrograman harga absolut
G25/M17 Teknik sub program
G27 Perintah melompat
G33 Pemotongan ulir dengan kisar tetap sama
G64 Motor asutan tak berarus
G65 Pelayanan kaset
G66 Pelayanan antar aparat RS 232
G73 Siklus pemboran dengan pemutusan tatal
G78 Siklus penguliran
G81 Siklus pemboran
G82 Siklus pemboran dengan tinggal diam.
G83 Siklus pemboran dengan penarikan
G84 Siklus pembubutan memanjang
G85 Siklus pereameran
G86 Siklus pengaluran
G88 Siklus pembubutan melintang
G89 Siklus pereameran dengan tinggal diam.
G90 Pemrograman harga absolut
G91 Pemrcgraman harga inkremental
G92 Pencatat penetapan
G94 Penetapan kecepatan asutan
G95 Penetapan ukuran asutan
G110 Alur permukaan
G111 Alur luar
G112 Alur dalam
G113 Ulir luar
G114 Ulir dalam
G115 Permukaan kasar
G116 Putaran kasar
Fungsi M
M00 Berhenti terprogram
M03 Sumbu utama searah jarum jam
M05 Sumbu utama berhenti
M06 Penghitungan panjang pahat, penggantian pahat
M08 Titik tolak pengatur
M09 Titik tolak pengatur
Ml7 Perintah melompat kembali
M22 Titik tolak pengatur
M23 Titik tolak pengatur
M26 Titik tolak pengatur
M30 Program berakhir
M99 Parameter lingkaran
M98 Kompensasi kelonggaran / kocak Otomatis
Mesin Frais
Fungsi G
G00 Gerakan cepat
G01 Interpolasi lurus
G02 Interpolasi melinqkar searah iarum Jam
G03 Interpolasi melinqkar berlawanan arah jarum jam
G04 Lamanya tingqal diam.
G21 Blok kosonq
G25 Memanqqil sub program
G27 Instruksi melompat
G40 Kompensasi radius pisau hapus
G45 Penambahan radius pirau
G46 Pengurangan radius pisau
G47 Penambahan radius pisau 2 kali
G48 Penguranqan radius pisau 2 kali
G64 Motor asutan tanpa arus (Fungsi penyetelan)
G65 Pelavanan pita magnet (Fungsi penyetetan)
G66 Pelaksanaan antar aparat dengan RS 232
G72 Siklus pengefraisan kantong
G73 Siklus pemutusan fatal
G74 Siklus penguliran (jalan kiri)
G81 Siklus pemboran tetap
G82 Siklus pemboran tetap dengan tinj diam
G83 Siklus pemboran tetap dengan pembuangantatal
G84 Siklus penquliran
G85 Siklus mereamer tetap
G89 Siklus mereamer tetap denqan tinqqal diam.
G90 Pemroqraman nilai absolut
G91 Pemroqraman nilai inkremental
G92 Penqqeseran titik referensi
Fungsi M
M00 Diam
M03 Spindel frais hidup.searahjarumjam
M05 Spindel frais mat!
M06 Penggeseran alat, radius pisau frais masuk
M17 Kembali ke program pokok
M08 Hubungan keluar
M09 Hubungan keluar
M20 Hubungan keluar
M21 Hubungan keluar
M22 Hubungan keluar
M23 Hubungan keluar
M26 Hubungan keluar- impuls
M30 Program berakhir
M98 Kompensasi kocak / kelonggaran otomatis
M99 Parameter dari interpolasi melingkar (dalam hubungan dengan G02/303)
Tanda Alarm
A00 Salah kode G/M
A01 Salah radius/M99
A02 Salah nilaiZ
A03 Salah nilai F
A04 Salah nilai Z
A05 Tidak ada kode M30
A06 Tidak ada kode M03
A07 Tidak ada arti
A08 Pita habis pada penyimpanan ke kaset
A09 Program tidak ditemukan
A10 Pita kaset dalam pengamanan
A11 Salah pemuatan
A12 Salah pengecekan
A13 Penyetelan inchi/mm dengan memori program penuh
A14 Salah posisi kepala frais / penambahan jalan dengan LOAD ┴ / M atau ┤ / M
A15 Salah nilai Y.
A16 Tidak ada nilai radius pisau frais
A17 Salah sub program
A18 Jalannya kompensasi radius pisau frais lebih kecil dari nol

Mesin CNC Generasi Baru
Operator mesin CNC yang akan memasukkan program pada mesin sebelumnya harus sudah memahami gambar kerja dari komponen yang akan dibuat pada mesin tersebut. Gambar kerja biasanya dibuat dengan cara manual atau dengan computer menggunakan program CAD (Computer Aided Design). Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang computer, maka telah dikembangkan suatu software yang berisi aplikasi gambar teknik dengan CAD yang sudah dapat diminta untuk menampilkan program untuk dikerjakan dengan mesin CNC. Aplikasi program tersebut dikenal dengan sebutan CAM (Computer Aided
Manufacturing). Software CAM pada umumnya dibuat oleh pabrik yang membuat mesin CNC dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin CNC yang diproduksinya.
Dengan menggunakan software CAM, seorang operator cukup membuat gambar kerja dari benda yang akan dibuat dengan mesin CNC pada PC. Hasil gambar kerja dapat dieksekusi secara simulasi untuk melihat pelaksanaan pengerjaan benda kerja di mesin CNC melalui layer monitor. Apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka dapat diperbaiki tanpa harus kehilangan bahan. Jika hasil eksekusi simulasi sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dilanjutkan dengan eksekusi program mesin. Program mesin yang sudah jadi dapat langsung dikirim ke mesin CNC melalui jaringan atau kabel atau ditransfer melalui media rekam.
Masa Depan Mesin CNC
Dengan perkembangan teknologi informasi, maka di masa datang dimungkinkan input mesin CNC dapat berasal dari gambar kerja manual yang dibaca melalui scan, kemudian diinterpretasikan oleh PC yang terkoneksi dengan mesin CNC. Hasil dari pembacaan scan akan diolah oleh software pada PC menjadi program simulasi berupa CAD/CAM. Selanjutnya hasil simulasi akan dieksekusi menjadi program mesin CNC yang siap dieksekusi untuk membuat benda kerja.

Mengapa Mesin Mobil bisa Mati pada Rel Kereta Api

April 12, 2010


Sering terjadi berita mengenai kendaraan yang tiba tiba macet diatas rel kereta api waktu diperlintasan yang cukup mengerikan dan banyak korban jatuh. tentu saja tabrakan tak imbang tersebut akan membawa petaka besar bagi pengendara mobil, sedangkan Kereta api akan tetap berlalu begitu saja. Apa sebab banyak kasus mobil mendadak macet diatas jalur rel ? jawaban nya adalah timbul nya gesekan antara roda kereta dengan relnya, paling tidak itu penuturan kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS), lebih lanjut Djoko menuturkan bahwa hal tersebut ada akibat impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya. Dan, impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh.

”Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo,” paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Saya mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. Hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.

Ada dua tips sederhana dalam menyikapi keadaan sepersekian detik yang “mengancam jiwa” tersebut, kalau menurut saya diatas adalah bila kendaraan tiba tiba macet, segera keluar dan berusaha mendorong mobil keluar dari perlintasan ( itupun jika sempat, paling tidak kita sebagai manusia sudah berada di luar mobil dan terhitung aman dari petaka) mungkin pada kasus ini kita disuruh memilih, Nyawa apa kendaraan. Tips kedua adalah dengan membunyikan klakson sebisa mungkin pada saat mobil kita stuck di atas rel . Mengapa? karena medan listrik yang ada di atas rel kereta api sangatlah tinggi akibat gesekan dengan Kereta api dan mampu bertahan hingga 3 jam, mengapa klakson? karena klakson bisa memutuskan aliran listrik. Walaupun begitu hanya anda lah yang mampu memtuskan apa yang akan anda lakukan bila anda tepat berada pada situasi seperti itu. Karena situasi sekitar dan juga kejiwaan ( faktor kegugupan dan ketenangan) sebenarnya yang paling utama pada saat kita berada pada waktu itu, jadi segera putuskan sesuatu untuk menyelamatkan jiwa anda.